APDForum.com adalah versi online dari Asia-Pacific Defense Forum, yaitu sebuah jurnal militer profesional yang diterbitkan setiap kuartal oleh Komandan dari Komando Pasifik Amerika Serikat. APDForum.com menampilkan berita dan analisis mengenai Cina, India, Filipina, Vietnam, Jepang, kedua negara Korea, dan negara-negara Pasifik lainnya oleh para koresponden profesional. APDForum.com dan The Asia-Pacific Defense Forum menyediakan sebuah forum internasional bagi personel militer di wilayah-wilayah Asia dan Pasifik.

Sembilan tentara Thailand menjadi terdakwa pembantaian pelaut Cina

2011-12-22
Oleh Rohit Wadhwaney
Seorang kerabat menangis sambil memegang foto salah satu pelaut Cina yang terbunuh dalam serangan di Sungai Mekong pada upacara pemakaman di Chiang Saen, provinsi Chiang Rai, Thailand, pada bulan Oktober. Sembilan tentara Thailand didakwa untuk pembunuhan 13 pelaut. [Reuters]

Seorang kerabat menangis sambil memegang foto salah satu pelaut Cina yang terbunuh dalam serangan di Sungai Mekong pada upacara pemakaman di Chiang Saen, provinsi Chiang Rai, Thailand, pada bulan Oktober. Sembilan tentara Thailand didakwa untuk pembunuhan 13 pelaut. [Reuters]

Sembilan tentara Thailand menjadi tertuduh dalam pembantaian 13 pelaut Cina pada bulan Oktober di Sungai Mekong, di persinggungan perbatasan Thailand, Laos dan Myanmar.

Para tersangka, anggota gugus tugas Tentara Ketiga, menyerahkan diri hanya dalam beberapa jam setelah polisi mengeluarkan surat penahanan mereka, menurut laporan.

Kepala Angkatan Darat Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa sembilan orang tersebut menyatakan diri tidak bersalah dan membantah telah membunuh para pelaut Cina.

Chan-ocha mengatakan bahwa dia memerintahkan mereka untuk melapor ke polisi setelah mereka dijadikan tersangka agar mereka punya “kesempatan untuk menunjukkan niat baik mereka” dan seharusnya tidak diartikan sebagai pengakuan bersalah.

Dia meminta keadilan bagi para bawahannya

“Sembilan puluh persen dari bawahan saya adalah orang-orang yang baik. Harap jangan terburu-buru menghakimi mereka sebagai pelaku kejahatan. Membunuh orang tidak mudah bahkan jika diperintahkan oleh atasan mereka,” demikian menurut Chan-ocha sebagaimana dikutip oleh Xinhua, kantor berita resmi Cina.

Wakil Perdana Menteri Thailand Chalerm Yubamrung, yang bertanggung jawab akan keamanan, mengatakan para penyelidik telah mengumpulkan cukup bukti yang terkait dengan pembantaian mengerikan para pelaut Cina, beberapa ditemukan dengan mata tertutup dan terborgol dengan leher tergorok.

Dia mengatakan terdapat bukti yang kuat bahwa dua kapal kargo Cina diserang tembakan senjata dari arah Thailand.

Kesembilan tersangka, termasuk seorang mayor dan letnan dari Wilayah Tentara Ketiga, yang menjaga perbatasan utara Thailand, dituduh bertindak atas perintah beberapa konglomerat setempat, ungkap Kepala Polisi Thailand Priewpan Damapong.

Damapong menegaskan bahwa pemerintah Thailand dan ketentaraan tidak berada di balik pembunuhan itu. Para tersangka telah didakwa dengan tuduhan pembunuhan dan merusak barang bukti, ujar Damapong.

Dua kapal kargo Huaping dan Yu Xing 8 telah diserang tanggal 5 Oktober di Sungai Mekong dekat wilayah Segitiga Emas, yang terkenal sebagai tempat transit penyelundupan narkoba.

Polisi menemukan 920.000 pil shabu-shabu senilai 100 juta baht [3,2 juta dolar] dari dua kapal yang dibajak setelah penemuan mayat pelaut-pelaut Cina yang mengapung di sungai. Pemerintah Cina pada tanggal 13 Oktober mengirimkan kapal-kapal patroli untuk mengawal 164 pelaut yang berada di 28 kapal yang terdampar di Chiang Saen selama lebih dari 10 hari untuk kembali ke Cina.

Kapten dari salah satu kapal patroli Cina berkata dia dan awaknya belum tidur selama 48 jam karena berjaga selama perjalanan pulang mereka.

Tak lama setelah pembunuhan, seorang petugas pabean memperkirakan bahwa kemacetan yang tak pasti dalam perdagangan bilateral Thailand-Cina di Chiang Saen akan berakibat kerugian sekitar 66 juta dolar sebulan.

Setelah rapat para pejabat dari Cina, Laos, Myanmar, dan Thailand di Beijing pada 31 Oktober, Cina memutuskan untuk menempatkan sampai seribu petugas bersenjata untuk berpatroli di Sungai Mekong sementara mereka bersiap untuk memulai kembali navigasi kapal-kapal mereka.

Cina telah membeli lima kapal yang akan diperbaharui untuk operasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya, menurut Fang Yuogo, sekretaris umum perhimpunan pemilik kapal Lancang, sebagaimana dikutip harian Cina Yunnan Information Daily. Lancang adalah nama Cina dari bagian Sungai Mekong yang berada di wilayahnya.

Operasi gabungan empat negara, katanya, akan mencakup hanya beberapa bagian dari Mekong, dan para petugas Cina akan ditempatkan di lokasi-lokasi kunci.

“Mereka akan memberikan perlindungan untuk semua kargo legal yang melalui sungai itu bersama dengan para petugas keamanan dari Laos, Thailand, dan Myanmar,” katanya.

Di awal penyelidikan, petugas kepolisian Thailand menyebut pemimpin sebuah milisi swasta, yang telah aktif di bagian yang sempit dari sungai Mekong antara Myanmar dan Laos selama lima tahun terakhir, sebagai “tersangka utama dalam kedua insiden tersebut.”

 

Beri Peringkat Artikel ini

Peringkat Saat Ini: 3.0 / 5 (571 suara)
 
 
Kirim Komentar

Kebijakan Komentar APD Forum

* menunjukkan bidang yang wajib diisi




1500 karakter tersisa (1500 jumlah karakter maksimum)

Button

Komentar Pembaca

 

Tiwa tentang 16/06/2012 di 10:34PM

Jangan cepat mengambil kesimpulan karena kita belum mendapat informasinya. Jika kesimpulan kalian tidak terjadi, jangan salahkan kami.

กัญญา เกษมสุข tentang 16/06/2012 di 05:05AM

Ini kejam. Tiap orang ingin menikmati hidupnya. Mereka tidak takut berdosa.

นายสุนทร บุญขวัญ tentang 14/06/2012 di 03:21AM

Jangan menghakimi siapa yang salah atau benar. Kita harus melihat fakta-faktanya. Tentara kita telah bekerja keras dan kita harus mendukung mereka. Saat dituduh, kami menggunakan pengadilan sebagai cara mencari pemecahannya. Biarkan mereka beristirahat dengan damai jika mereka melakukan hal-hal yang baik.

คนงาม tentang 12/06/2012 di 12:07PM

Mereka bertindak tanpa berpikir dan hanya bersikap egois. Bagaimana perasaan Anda sekarang? Anda merasa kenyang sekarang, tapi apakah Anda tetap bahagia padahal sudah berdosa? (Saya bertanya pada mereka yang telah membunuh para awak). Dari warga Laos.

คนไทยไม่ได้ชั่วทุกคน คนจีนก็ไม่ได้ชั่วทุกคน tentang 06/06/2012 di 09:34AM

Alasan: para petugas menyita 920.000 tablet shabu-shabu yang bernilai lebih dari 100 juta baht.

武学 tentang 18/01/2012 di 08:02PM

Warga Thailand memang biadab! Lancang sekali mereka berani membunuh warga Cina! Jika Kerajaan Langit tidak akan menghancurkan mereka, maka rakyat Cina akan sangat kecewa.