APDForum.com adalah versi online dari Asia-Pacific Defense Forum, yaitu sebuah jurnal militer profesional yang diterbitkan setiap kuartal oleh Komandan dari Komando Pasifik Amerika Serikat. APDForum.com menampilkan berita dan analisis mengenai Cina, India, Filipina, Vietnam, Jepang, kedua negara Korea, dan negara-negara Pasifik lainnya oleh para koresponden profesional. APDForum.com dan The Asia-Pacific Defense Forum menyediakan sebuah forum internasional bagi personel militer di wilayah-wilayah Asia dan Pasifik.

Singapura bersiap menghadapi ancaman maritim dengan sistem respon baru

2012-01-26
Oleh Carlo Sumayao
Pasukan Operasi Khusus Singapura meluncur turun dari helikopter Super Puma dan menyerbu kapal niaga yang terbajak dalam Latihan Northstar. [Hak cipta: Departemen Pertahanan dan Keamanan Singapura]

Pasukan Operasi Khusus Singapura meluncur turun dari helikopter Super Puma dan menyerbu kapal niaga yang terbajak dalam Latihan Northstar. [Hak cipta: Departemen Pertahanan dan Keamanan Singapura]

Saat kapal dagang MV Avatar berlayar mendekati pesisir Singapura, ada yang tidak beres. Kapal perniagaan itu berencana berlabuh di Pelabuhan Klang, namun arahnya jelas-jelas telah diubah.

Kapal MV Avatar dibajak di Laut Cina Selatan dan dipasangi bahan peledak oleh kelompok yang menuntut pembebasan beberapa orang teroris yang ditahan. Kapal itu akan langsung berlayar menubruk dermaga industri minyak Pulau Jurong, menimbulkan malapetaka, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Sebagai tanggapan, Pasukan Operasi Khusus Singapura menyerbu kapal MV Avatar yang dibajak itu setelah meluncur turun dari helikopter Super Puma.

Inilah skenario Latihan Northstar VIII yang dilangsungkan baru-baru ini, yaitu latihan terkoordinasi multi-instansi yang mempertunjukkan Sistem Keamanan Maritim Nasional (NMSS) baru. NMSS adalah pendekatan pemerintah terintegrasi untuk memastikan keamanan maritim. Sistem ini memungkinkan analisis dan koordinasi ancaman-ancaman maritim untuk diterapkan pada skala nasional.

“NMSS menyediakan evaluasi ancaman seketika 24/7 yang memungkinkan kita memperoleh peringatan awal yang dibutuhkan untuk mengatasi ancaman apapun yang akan datang,” jelas Laksamana Muda Tan Wee Beng, kepala staf pada Staf Angkatan Laut Republik Singapura. “Dengan adanya isyarat-isyarat ini, kami mampu meluncurkan operasi terpadu yang akan mengerahkan kekuatan gabungan seluruh instansi maritim.”

NMSS mencakup Grup Manajemen Krisis untuk Keamanan Maritim, yang memiliki dua divisi: Pusat Analisis Maritim Nasional [NMSC] dan Grup Operasi Nasional [NMOG].

NMSC bertugas mengumpulkan informasi seputar urusan maritim, sedangkan NMOG bertanggung jawab melaksanakan operasi berdasarkan data untuk menetralkan ancaman-ancaman maritim.

Kedua grup ini bermarkas di Pusat Kendali Komando Changi di Pangkalan Angkatan Laut Changi

Respon

Sistem respon terintegrasi yang dikenal sebagai NMSS dimulai dengan pemantauan aktivitas maritim. NMSC bertugas mengidentifikasi anomali dan ancaman potensial. Data ini dibagikan ke pusat-pusat operasi instansi maritim nasional untuk pemahaman situasi lebih lanjut. Kejadian-kejadian yang tampaknya tak berhubungan bisa jadi dipastikan sebagai bagian dari strategi teroris. Data ini kemudian diteruskan ke NMOG untuk perencanaan dalam instansi-instansi maritim yang disiagakan sehubungan dengan peristiwa-peristiwa teridentifikasi dan aktivitas potensial.

Dalam kasus Latihan Northstar, NMSC segera mendeteksi modus penyerangan: suatu kapal perniagaan dalam wujud MV Avatar diidentifikasi sebagai anomali. MV Avatar tidak mentransmisikan sinyal-sinyal identifikasi dan pemeriksaan-silang dengan Polisi Laut dan Pelabuhan mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut tidak merespon panggilan. NMSC kemudian menandai kasus ini sebagai ancaman potensial dan mengidentifikasi MV Avatar sebagai “bom mengambang” potensial, dengan demikian mengaktifkan NMOG untuk mengkoordinir respon terhadap ancaman potensial tersebut. NMOG kemudian menggunakan Angkatan Laut dan Polisi Pengawal Pantai Singapura untuk mencegat kapal tersebut.

Angkatan Laut dan Polisi Pengawal Pantai Singapura mengkonfirmasi ancaman tersebut ketika mereka berhasil mengadakan komunikasi dengan para teroris di atas kapal. Saat negosiasi membentur jalan buntu, pasukan operasi khusus dipanggil untuk bertindak.

Pasukan menggunakan kapal lambung keras yang dapat digelembungkan dan helikopter Super Puma untuk menaiki kapal, sementara helikopter lainnya menyediakan perlindungan.

Pasukan juga didukung oleh para personel dari Badan Imigrasi dan Pos Pemeriksaan untuk memeriksa muatan dan personel yang ada di kapal tersebut, sementara mobil pemadam kebakaran Polisi Laut dan Pelabuhan bersiap-siap andaikata terjadi kebakaran.

Para pembajak dibekuk dan kendali atas kapal berhasil diambil alih empat mil laut dari Pulau Jurong.

Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinasi Keamanan Nasional, dan Menteri Dalam Negeri Teo Chee Hean, yang mengunjungi hari terakhir Latihan Northstar, juga meresmikan pembukaan Pusat Keamanan Maritim Singapura di Pangkalan Angkatan Laut Changi.

Setelah mengamati cara pengujian NMSS melalui insiden pembajakan tersimulasi tersebut, ia berkomentar tentang pentingnya NMSS.

“Lalu lintas dunia maritim yang berlangsung di sekeliling kami begitu padat; kami merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia. Jadi, sudah merupakan langkah awal yang sangat penting untuk dapat mendeteksi, menganalisis, dan memahami ancaman-ancaman yang berkembang serta mencegahnya sebelum terjadi."

“Langkah kedua adalah kemampuan untuk merespon dan menghadang ancaman-ancaman semacam ini, dan langkah terakhir… adalah memupus ancaman-ancaman tersebut bilamana berkembang,” tandasnya.

 

Beri Peringkat Artikel ini

Peringkat Saat Ini: 3.0 / 5 (224 suara)
 
 
Kirim Komentar

Kebijakan Komentar APD Forum

* menunjukkan bidang yang wajib diisi




1500 karakter tersisa (1500 jumlah karakter maksimum)

Button

Komentar Pembaca

 

付志伟 tentang 10/06/2012 di 05:42AM

Lindungi samudera dan jaga keseimbangannya selamanya. Samudera: “Kehidupan saya tidak mungkin bertentangan.”

shailesh tentang 12/02/2012 di 03:55AM

Saya ingin menjadi tentara Angkatan Laut.