APDForum.com adalah versi online dari Asia-Pacific Defense Forum, yaitu sebuah jurnal militer profesional yang diterbitkan setiap kuartal oleh Komandan dari Komando Pasifik Amerika Serikat. APDForum.com menampilkan berita dan analisis mengenai Cina, India, Filipina, Vietnam, Jepang, kedua negara Korea, dan negara-negara Pasifik lainnya oleh para koresponden profesional. APDForum.com dan The Asia-Pacific Defense Forum menyediakan sebuah forum internasional bagi personel militer di wilayah-wilayah Asia dan Pasifik.

Filipina, Amerika Serikat maju dengan latihan Balikatan

2012-04-05
Oleh Rene P. Acosta
Para anggota Kelompok Operasi Khusus Angkatan Laut Filipina bersiap-siap menaiki kapal mencurigakan yang diduga telah menyelundupkan narkoba atau melindungi para militan selama latihan di lepas pantai dangkal San Nicolas di Teluk Manila selama Balikatan 2010. [Reuters]

Para anggota Kelompok Operasi Khusus Angkatan Laut Filipina bersiap-siap menaiki kapal mencurigakan yang diduga telah menyelundupkan narkoba atau melindungi para militan selama latihan di lepas pantai dangkal San Nicolas di Teluk Manila selama Balikatan 2010. [Reuters]

MANILA – Balikatan 2012, sebuah program latihan besar tahunan yang melibatkan beberapa negara, terutama Amerika Serikat dan Republik Filipina, terus dilaksanakan.

Setidaknya enam latihan kecil dan besar, termasuk latihan militer "Balikatan" [Bahu membahu] telah diadakan setiap tahun dengan AS berdasarkan Perjanjian Pertahanan Bersama dan Kesepakatan Kunjungan Pasukan [VFA] yang berusia 14 tahun, yang diatur oleh Dewan Pertahanan Bersama RF-AS/Dewan Ikatan Keamanan.

Balikatan tahun ini, yang di masa lalu mencakup tiga tahap, operasi sipil-militer atau ilmu teknik, pembangunan dan proyek-proyek kedokteran serta kedokteran gigi; latihan lapangan [FTX] dan Latihan Pos Komando [CPX] atau latihan diskusi meja [TTX] dijadwalkan untuk 16-27 April di pulau utama Luzon dan di Palawan, dekat Laut Cina Selatan.

Untuk pertama kalinya, para anggota ASEAN dan pengamat asing lainnya akan ikut serta dalam latihan diskusi meja, ke-28 yang melibatkan para prajurit Amerika Serikat dan Filipina.

Selain permainan perang, setidaknya 500 prajurit AS sementara ini ditugaskan di Filipina Selatan di bawah Satuan Tugas Operasi Khusus Bersama - Filipina dan sedang membantu militernya dalam upaya penanggulangan terorisme melalui dukungan informasi dan teknik.

Seorang kelasi Filipina menaiki kapal yang mencurigakan selama latihan Balikatan 2010. [Reuters]

Seorang kelasi Filipina menaiki kapal yang mencurigakan selama latihan Balikatan 2010. [Reuters]

Selama latihan dalam operasi sipil-militer tahun ini, pasukan AS akan membangun ruangan kelas, bangunan sekolah, pusat latihan sekolah kejuruan, ruang serbaguna, sebuah tangki septik, sebuah sumur air bersih, jalan sepanjang lima kilometer, sarana resapan air dan melakukan proyek penanganan banjir di setidaknya 28 daerah atau desa di provinsi-provinsi Lanao del Sur, Sulu, Basilan, Tawi-tawi, Palawan, Sorsogon, Masbate, Ilocos Sur, Tarlac, dan Zambales.

Banyak keluarga miskin di desa-desa terpencil lainnya juga akan mendapat manfaat dari proyek-proyek kedokteran dan kedokteran gigi yang menyertai latihan ini.

Data yang disediakan oleh Kantor Wakil Kepla Staf untuk Rencana dan Program dari Angkatan Bersenjata Filipina menunjukkan bahwa pasukan AS telah melaksanakan proyek kerekayasaan, proyek jalan dan pembangunan, untuk sipil maupun militer sejak dimulainya rangkaian latihan Balikatan. Ini merupakan tambahan dari proyek-proyek pembangunan kecil termasuk sekolah, aula desa, pusat perawatan balita, dan pusat pelayanan masyarakat.

Bagi militer sendiri, setidaknya 25 proyek pembangunan besar di kamp-kamp yang tersebar di seluruh negeri telah dilaksanakan atau dianugerahkan kepada para kontraktor sipil.

Sehubungan dengan Latihan Balikatan, Komando Pasifik AS juga memimpin acara kemanusiaan Pacific Angel yang merawat lebih dari 14.000 pasien di provinsi Albay.

Gazmin menyatakan bahwa selain kegiatan sipil-militer, penggunaan dan pelatihan perlengkapan, VFA memungkinkan tentara Filipina untuk mengasah keterampilan mereka dalam doktrin militer dan pertempuran perang, dan Angkatan Bersenjata menerima perlengkapan militer AS.

Dia menyatakan bahwa kesepakatan itu memungkinkan militer untuk mendidik pasukannya dan mendapatkan jaminan pinjaman untuk membeli aset dan perlengkapan.

Para anggota parlemen memperdebatkan seruan untuk menutup VFA

Pada saat program latihan terus dilanjutkan, para anggota parlemen Filipina terlibat dalam perdebatan mengenai apakah kesepakatan VFA dengan AS harus dibatalkan. Perjanjian itu telah memungkinkan tentara Filipina untuk terus berlatih dengan rekan Amerika mereka, memperlengkapi militer, dan menguntungkan desa-desa terpencil lewat operasi sipil-militer.

Para anggota parlemen yang berpihak kepada sayap kiri dan berasal dari DPR menyerukan penghentian kesepakatan itu. Mereka memusatkan perhatian terkait adanya kerugian dari perjanjian itu, terutama karena tampaknya tidak ada keuntungan bagi Filipina sebagai negara penyelenggara.

Namun demikian, para diplomat penting dan para pejabat tinggi pertahanan serta militer membela keberadaannya.

Seruan awal untuk membatalkan perjanjian itu, yang sedang ditinjau oleh kabinet Aquino, dilakukan oleh anggota parlemen Daftar-Partai Teddy Casiño dari Bayan Muna, yang mendaftarkan Resolusi DPR No. 409 yang menyerukan kepada Presiden Benigno Aquino III untuk “memulai pencabutan Kesepakatan Kunjungan Pasukan RF-AS dan menuntut penarikan pasukan AS secepatnya" dari negara itu.

Resolusi ini, bersama dengan berbagai gerakan serupa termasuk pidato istimewa, dengan cepat diserahkan oleh DPR ke Komite mengenai Urusan Luar Negeri yang dipimpin oleh anggota parlemen Al Francis Bichara dari Albay. Bichara setuju untuk mendengarkannya bersama Komite terkait Pertahanan dan Keamanan Nasional yang dipimpin oleh anggota parlemen Rodolfo Biazon dari Muntinlupa, seorang purnawirawan Marinir dan pensiunan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina.

Casiño menyatakan bahwa perjanjian ini telah memungkinkan kehadiran tetap pasukan AS di negara itu, seraya menambahkan bahwa pasukan AS bukan hanya berada di negara itu untuk latihan-latihan militer tetapi juga terlibat langsung dalam operasi pertempuran dan penanggulangan pemberontakan yang melanggar ketentuan-ketentuan perjanjian itu.

Selama sidang bersama dengan Komite Urusan Luar Negeri, Biazon awalnya menjelaskan bahwa tidak ada dasar untuk mengakhiri kesepakatan internasional termasuk VFA.

Dia menyatakan bahwa jika hal itu diteruskan, menurut tata cara biasa, Departemen Pertahanan Nasional akan menyarankan diakhirinya VFA kepada Aquino melalui Departemen Urusan Luar Negeri [DFA].

Namun demikian sebelum hal itu disampaikan kepada presiden, masalah atau rekomendasi itu harus dipelajari oleh DFA yang kemudian akan mengirimkan pendapatnya sendiri kepada presiden.

“Presiden menyetujui atau tidak menyetujui rekomendasi itu dan memerintahkan DFA untuk menyiapkan dokumen yang layak," tutur Biazon.

Keuntungan VFA

Sekretaris DFA Albert del Rosario, Sekretaris Pertahanan Voltaire Gazmin dan para pejabat pemerintahan lainnya, termasuk Direktur Pelaksana VFA Letjen Edilberto Adan membela keberadaan kesepakatan itu bersama dengan rencana peningkatan kunjungan atau bahkan kehadiran pasukan AS di negara itu.

Del Rosario berkata bahwa perjanjian itu tidak hanya menguntungkan militer, tetapi juga negara secara keseluruhan, sebab adanya bantuan yang mengalir masuk dalam bidang pertahanan, militer dan sosio-ekonomi.

Dia berkata bahwa VFA telah memungkinkan AS dan Filipina untuk membentuk kerja sama tidak hanya di bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam penanggapan bencana.

Di sisi lain, Gazmin berkata bahwa perjanjian itu dan rencana kunjungan bergiliran dari pasukan Amerika memasuki negara itu akan "melunakkan sikap para aktor non-negara atau negara yang akan membahayakan kedaulatan kita."

Persekutuan militer Filipina-AS

Resolusi dan pidato hak istimewa yang menyerukan penghentian VFA telah membuka front lain, dengan para anggota parlemen lainnya seraya menyerukan Kongres untuk meninjau hubungan militer dan pertahanan antara AS dan Filipinda serta persiapan mereka mengenai masalah keamanan di Laut Cina Selatan.

Melalui resolusi, anggota parlemen Winston Castelo meminta DPR untuk memeriksa bantuan militer AS kepada negara ini dalam enam tahun terakhir dan dampaknya dalam moderninasi militer serta "peran dalam keamanan regional" dari Amerika.

Seorang anggota parlemen progresif, Walden Bello dari Akbayan, juga mengirim petisi kepada DPR untuk meninjau pengembangan akhir mengenai hubungan antara kedua negara.

Bello menyatakan kecemasannya bahwa Kongres tidak diminta pertimbangan atau diberitahu mengenai pembicaraan yang berlangsung antara kedua negara mengenai kesepakatan mereka, terutama mengenai masalah Laut Cina Selatan.

Namun demikian, Gazmin maupun del Rosario menyatakan bahwa pemerintah transparan mengenai hubungan pertahanannya dengan AS dan bahkan mengenai perkembangan di Laut Cina Selatan.

Biazon menyatakan bahwa sementara komitenya beserta Komite mengenai Urusan Luar Negeri mendengarkan masalah VFA dan pertahanan serta keamanan yang berhubungan lainnya, mereka, dan bahkan Kongres secara keseluruhan, tidak bisa menyingkirkan perjanjian itu. Sebaliknya, para anggota parlemen kongres dapat menyatakan pendapat mereka kepada Aquino.

Sementara del Rosario dan Gazmin berbicara kepada Kongres, DFA mengumumkan bahwa AS telah menganggarkan dana bantuan keamanan senilai $144,66 juta untuk negara itu.

Jumlah itu merupakan peningkatan $21,38 juta lebih besar daripada dana yang diberikan kepada Filipina tahun lalu dan diberikan melalui kebijakan asing komprehensif AS mengenai Laut Cina Selatan.

 

Beri Peringkat Artikel ini

Peringkat Saat Ini: 3.5 / 5 (410 suara)
 

Belum ada komentar untuk artikel ini. Anda ingin menjadi yang pertama?

 
Kirim Komentar

Kebijakan Komentar APD Forum

* menunjukkan bidang yang wajib diisi




1500 karakter tersisa (1500 jumlah karakter maksimum)

Button