APDForum.com adalah versi online dari Asia-Pacific Defense Forum, yaitu sebuah jurnal militer profesional yang diterbitkan setiap kuartal oleh Komandan dari Komando Pasifik Amerika Serikat. APDForum.com menampilkan berita dan analisis mengenai Cina, India, Filipina, Vietnam, Jepang, kedua negara Korea, dan negara-negara Pasifik lainnya oleh para koresponden profesional. APDForum.com dan The Asia-Pacific Defense Forum menyediakan sebuah forum internasional bagi personel militer di wilayah-wilayah Asia dan Pasifik.

India menggunakan latihan bersama untuk meningkatkan kemampuan menjaga perdamaian

2012-04-26
Oleh Anil Bhat
Tentara India dan AS berpose untuk foto bersama “penuh warna” untuk menandai festival Holi saat Latihan Yudh Abhyas 2012. [Angkatan Darat India]

Tentara India dan AS berpose untuk foto bersama “penuh warna” untuk menandai festival Holi saat Latihan Yudh Abhyas 2012. [Angkatan Darat India]

Penuh warna tidak sering digunakan untuk mendeskripsikan pelatihan militer, tapi tentara AS dan India memenuhi deskripsi itu ketika merayakan Holi [festival warna India] saat Latihan Yudh Abhyas pada bulan Maret.

Para peserta merayakan festival Holi dengan saling melemparkan bubuk berwarna untuk menandai kemenangan kebaikan dari kejahatan. Bagi tentara AS dan India, festival itu merupakan penanda berwarna dari upaya perdamaian mereka sementara berlatih di gurun Rajasthan.

Pelatihan merupakan bagian dari serangkaian latihan gabungan antara kedua negara sejak 2005 di bawah Kerangka Kerja Baru dari Hubungan Pertahanan India-AS.

Pasukan melaksanakan putaran ketujuh Yudh Abhyas di dua lokasi di bawah Komando Barat Daya India. Pelatihan itu melibatkan pos komando [CPX] dan latihan lapangan [FTX].

Pasukan India dan AS melaksanakan lingkaran penjagaan gabungan dan latihan pencarian pada 13 Maret untuk menetralkan tersangka pemberontakan di wilayah yang dibangun khusus di desa yang terabaikan. Mereka membuat lingkaran penjagaan malam hari saat latihan, dengan kode Desert Lark, lalu melaksanakan pencarian di siang hari dengan bantuan helikopter untuk menangkap pemberontak.

Pasukan India dan AS berfokus pada pelatihan lapangan saat misi simulasi ini pada Latihan Yudh Abhyas 2012. [Angkatan Darat India]

Pasukan India dan AS berfokus pada pelatihan lapangan saat misi simulasi ini pada Latihan Yudh Abhyas 2012. [Angkatan Darat India]

CPX, dengan nama sandi Sarvada Savior, di Bathinda, berfokus pada tantangan yang dihadapi oleh para insinyur tempur dalam menghadapi ancaman dari alat-alat peledak improvisasi, perkembangan prasarana di wilayah-wilayah yang berselisih, dan wilayah-wilayah penyelamatan yang tidak dapat diakses akibat bencana alam.

Latihan gabungan bersama AS merupakan bagian dari upaya latihan gabungan yang lebih besar oleh pasukan India yang melibatkan negara-negara asing.

Pada bulan Februari, pasukan India dan Indonesia bergabung untuk Latihan Garuda Shakti di Sekolah Penanggulangan Pemberontakan dan Peperangan di Hutan [CIJWS] yang elit milik Angkatan Darat India.

Kol. Yashdeep Sangwan menyebut pelatihan itu sebagai pengalaman baik bagi pasukannya untuk berinteraksi dengan rekan-rekan dari Indonesia yang “secara budaya amat dekat dengan kami dan sementara kami memiliki prosedur CI [penanggulangan pemberontakan] kami sendiri, kami menemukan bahwa latihan mereka cukup menarik.”

Pasukan Indonesia tertarik dengan tempat latihan menembak sekolah itu – seperti juga pasukan Polandia dan Israel yang berlatih di sana baru-baru ini.

Juga di bulan Februari, tim Angkatan Darat India mengunjungi Rusia untuk merencanakan Latihan Indra tahun ini. Pasukan India dan Rusia telah berpartisipasi dalam lima latihan gabungan darat dan laut sejak 2003. India menjadi tuan rumah latihan terakhir pada Oktober 2010.

Misi-misi latihan gabungan berkembang setelah 11 September

Sejak serangan pada World Trade Center di Amerika Serikat pada 11 September 2001, partisipasi India dalam latihan gabungan telah meningkat. India telah berlatih dengan pasukan dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, Mongolia, Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgizstan, Bangladesh, Myanmar, Nepal, Maladewa, Seychelles, Singapura, Indonesia dan Thailand, menurut para perwira militer India.

Sebuah Eurofighter Typhoon dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris bergerak melewati jet tempur Sukhoi SU-30 dan Mirage 2000 milik Angkatan Udara India saat latihan gabungan angkatan udara Indo-UK di Pangkalan Udara Kalaikunda pada November 2010. [Reuters]

Sebuah Eurofighter Typhoon dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris bergerak melewati jet tempur Sukhoi SU-30 dan Mirage 2000 milik Angkatan Udara India saat latihan gabungan angkatan udara Indo-UK di Pangkalan Udara Kalaikunda pada November 2010. [Reuters]

Komunitas internasional telah menginginkan keahlian penanggulangan terorisme India dalam tahun-tahun sejak serangan itu. Angkatan Darat India memiliki pengalaman enam dasawarsa dalam mengatasi pemberontakan dan terorisme di segala jenis lapangan dan suhu serta di latar pedalaman, kota kecil, dan kota besar, memimpin banyak negara untuk membentuk latihan gabungan.

Institusi khusus Angkatan Darat India seperti CIJWS dan Sekolah Perang di Ketinggian di Jammu dan Kashmir telah populer di kalangan angkatan bersenjata dari negara-negara asing yang bersahabat.

India dan Mongolia melaksanakan latihan dua minggu bersandi Nomadic Elephant pada Desember 2010 di Belgaum, Karnataka. Personil dari kedua negara melakukan latihan yang berhubungan dengan penanggulangan terorisme dan operasi pemberontakan. Kedua negara melakukan latihan militer gabungan pertama mereka pada tahun 2004.

Pada Agustus 2011, pasukan India dan Inggris melaksanakan latihan penanggulangan pemberontakan bersandi Ajeya Warrior pada Agustus 2011. Para peserta menangkap “pemberontak” (prajurit dari Kompi B [Rorke’s Drift], Batalyon ke-2 The Royal Welsh) dengan cepat. Profesionalisme para prajurit India mengesankan prajurit Welsh.

“Mereka sangat agresif dan bertekad kuat, dan tidak ada yang dapat menghentikan mereka. … Mereka tahu posisi apa yang harus mereka ambil dan mereka amat cepat. Banyak dari taktik mereka berbeda dari kami, tapi taktik mereka sangat efektif – mereka tahu dengan tepat apa yang harus mereka lakukan dan berapa banyak prajurit yang harus dikerahkan,” kata Kopral Satu Lee Harris.

Mayjen Sunil Jha dari Angkatan Darat India berkata: “Kami ingin saling belajar dan sudah ada pertemuan pikiran nyata pada latihan ini. Duduk membicarakan taktik yang berbeda, latihan, penggabungan teknologi dan operasi adalah baik bagi kedua pihak. … Setiap kali dua ketentaraan berlatih bersama seperti ini terdapat perolehan bersama yang luar biasa.”

Pemimpin Inggris juga menawarkan pujian bagi mitra Indianya.

Brig. Stuart Skeates, komandan Brigade Light 19, mengatakan: “Kami tidak dapat berharap ada kelompok perwira dan prajurit yang lebih baik untuk berlatih bersama. Ini telah membangun hubungan dengan Angkatan Darat India di masa depan – mereka telah mampu untuk belajar dari kami dan kami dari mereka – selalu bagus untuk berbagi ide sambil minum teh di perkemahan dan pesta api unggun. Saya berharap empat minggu terakhir di Dataran Salisbury telah memperkuat dan mengembangkan hubungan itu.”

India berpartisipasi dalam pelatihan militer gabungan pertama bersama pasukan Perancis, Latihan Shakti 11, pada Oktober 2001. Sesi itu berakhir dengan pasukan Prancis mendemonstrasikan bagaimana paralayang bisa digunakan untuk melancarkan serangan diam-diam terhadap musuh.

“Serangan udara [menggunakan alat paralayang], jika diterapkan, memotong waktu untuk menggerakkan pasukan dari satu tempat ke tempat lain di medan berbukit-bukit,” kata Mayjen Rajesh Shah Arya.

Para perwira militer India melihat pelatihan semacam itu sebagai kecenderungan yang berkembang dan berharap untuk mendapatkan permintaan dari sekitar 20 negara untuk latihan gabungan.

Pelatihan baru-baru ini telah melibatkan pasukan Angkatan Darat, dan para perwira militer berharap sesi gabungan di masa depan juga melibatkan Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Pengawas Pantai. Angkatan Laut dan Pengawas Pantai bertanggung jawab untuk memelihara perdamaian dan mengatasi perompakan di wilayah Samudera Hindia, salah satu jalur laut tersibuk di dunia. Angkatan Udara itu tercatat untuk pengalaman terbang dalam kondisi paling menantang di dunia dalam hal ketinggian, medan, suhu, dan kondisi cuaca.

 

Beri Peringkat Artikel ini

Peringkat Saat Ini: 3.4 / 5 (291 suara)
 

Belum ada komentar untuk artikel ini. Anda ingin menjadi yang pertama?

 
Kirim Komentar

Kebijakan Komentar APD Forum

* menunjukkan bidang yang wajib diisi




1500 karakter tersisa (1500 jumlah karakter maksimum)

Button