APDForum.com adalah versi online dari Asia-Pacific Defense Forum, yaitu sebuah jurnal militer profesional yang diterbitkan setiap kuartal oleh Komandan dari Komando Pasifik Amerika Serikat. APDForum.com menampilkan berita dan analisis mengenai Cina, India, Filipina, Vietnam, Jepang, kedua negara Korea, dan negara-negara Pasifik lainnya oleh para koresponden profesional. APDForum.com dan The Asia-Pacific Defense Forum menyediakan sebuah forum internasional bagi personel militer di wilayah-wilayah Asia dan Pasifik.

Kepala Angkatan Darat India Jend. V.K. Singh dijadwalkan pensiun di tengah banyaknya kontroversi

2012-05-30
Oleh Rohit Wadhwaney
Kepala Angkatan Darat India V.K. Singh mengangkat tangan untuk menghormati rekan Malaysianya, Datuk Zulkifli, saat upacara penyambutan kedatangannya di New Delhi pada 2 April 2012. [Reuters]

Kepala Angkatan Darat India V.K. Singh mengangkat tangan untuk menghormati rekan Malaysianya, Datuk Zulkifli, saat upacara penyambutan kedatangannya di New Delhi pada 2 April 2012. [Reuters]

Seraya bersiap-siap untuk melepaskan jabatannya pada akhir Mei, masa jabatan sang Kepala Angkatan Darat India Jend. V.K. Singh dipenuhi dengan dugaan korupsi, kontrak persenjataan yang kontroversial, bocornya surat rahasia kepada perdana menteri hingga dugaan akan melakukan kudeta.

Singh kalah dalam persidangan melawan pemerintah mengenai perselisihan tentang usianya yang sesungguhnya. Arsip pemerintah menunjukkan bahwa dia dilahirkan pada 10 Mei 1950, sementara dia mengklaim tanggal kelahirannya adalah 10 Mei 1951.

Dia dijadwalkan untuk pensiun pada 31 Mei, tapi dia tidak melepaskan jabatannya begitu saja.

Pada bulan Maret dia menyatakan bahwa seorang pensiunan pejabat ketentaraan menawarkan dirinya uang sejumlah 140 juta rupee [2,7 juta dolar AS] untuk menyetujui kontrak sejumlah 600 truk di bawah standar. Singh mengklaim tawaran itu dilakukan pada tahun 2010 dan dia segera menginformasikan hal itu kepada Menteri Pertahanan India A.K. Antony.

Antony mengkonfirmasi bahwa Singh pernah memberitahukan kepadanya tentang tawaran itu, tapi bersikeras bahwa Singh tidak mau membawa masalah itu kepada pihak berwajib.

Dalam rangka membela keputusannya untuk tidak mengajukan keluhan kepada polisi atas dasar Undang-Undang Pencegahan Korupsi, Singh mengatakan: “Saya tidak bisa mengambil tindakan apa-apa karena itu adalah tawaran tidak langsung. Saya hanya menyuruhnya pergi. Lalu saya menginformasikan hal itu kepada menteri pertahanan.”

Antony telah memanggil Biro Investigasi Pusat [CBI] untuk menyelidiki pernyataan tersebut.

Pada 30 Maret, Singh mengajukan pengaduan formal kepada CBI. Dia menyatakan bahwa pensiunan Letjen Tejinder Singh telah berusaha untuk menyuapnya.

Tejinder Singh, yang pensiun sebagai dirjen Badan Intelijen Pertahanan dua tahun lalu, diduga menawarkan suap kepada kepala tentara atas nama Tetra Vectra, sebuah perusahaan gabungan antara pabrik truk Rusia Kamaz dengan perusahaan India.

Tejinder Singh menyangkal dugaan itu dan mengajukan tuntutan pencemaran nama baik terhadap Kepala Angkatan Darat dan pejabat-pejabat lainnya.

6 perusahaan senjata masuk daftar hitam

Hanya beberapa hari sebelum Jend. Singh mengungkapkan tentang upaya penyuapan terhadap dirinya pada 5 Maret, India mencekal enam perusahaan senjata selama 10 tahun karena dugaan keterlibatan mereka dalam skandal penyuapan persenjataan pada tahun 2009.

Enam perusahaan yang dilarang berbisnis dengan Kementerian Pertahanan India antara lain adalah Singapore Technologies Kinetics Ltd, perusahaan Swiss Rheinmetall Air Defense, perusahaan Israel Military Industries Ltd, perusahaan Rusia Corporate Defense [CDR], serta perusahaan India RK Machine Tools Ltd dan TS Kisan Co Private Ltd, menurut pernyataan pemerintah.

“Perusahaan-perusahaan itu direkomendasikan untuk masuk daftar hitam oleh CBI berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan tentang mereka,” ungkap pernyataan tersebut.

India menghentikan kontrak senilai 1,5 milyar dolar dari tujuh perusahaan pada 2009 setelah polisi menahan seorang birokrat senior kementerian pertahanan dengan tuduhan menerima suap dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Surat kepala angkatan darat kepada perdana menteri bocor

Sementara itu, sebuah surat tertanggal 12 Maret 2012 yang ditujukan kepada Perdana Menteri Manmohan Singh bocor kepada pers.

Surat tersebut berisi daftar kelemahan angkatan bersenjata India.

“Kondisi persenjataan utama, seperti kekuatan mekanis, artileri, pertahanan udara, infanteri dan pasukan khusus, juga para insinyur dan sinyal-sinyal, cukup mengkhawatirkan,” tulis Jend. Singh dalam surat itu.

Dia menambahkan bahwa seluruh armada tank tentara “sama sekali tidak memiliki amunisi penting untuk mengalahkan tank musuh sementara sistem pertahanan udara 97 persen sudah usang dan tidak memberikan keyakinan untuk melindungi … dari udara.”

Lebih jauh lagi surat itu menyatakan bahwa infanteri pincang dengan kekurangan dan kurangnya perlengkapan untuk bertempur malam hari dan pasukan khusus elit “dengan amat menyedihkan, sangat kekurangan persenjataan penting.”

Jend. Singh mendesak pemerintah untuk “menemukan dan menghukum seberat-beratnya” orang yang bertanggung jawab atas kebocoran tersebut, yang menurutnya harus diperlakukan sebagai tindakan pengkhianatan.

“Bocornya komunikasi resmi kepada perdana menteri harus diperlakukan sebagai pengkhianatan. Pendekatan sinis untuk menodai reputasi saya ini harus dihentikan.”

Para pejabat pemerintah belum menentukan siapa yang bertanggung jawab membocorkan surat tersebut.

Pergerakan tentara ‘menghantui’ New Delhi

Sementara itu, The Indian Express melaporkan pada 4 April bahwa Infanteri Mekanis yang berpangkalan di negara bagian Haryana dan elemen-elemen dari pasukan udara 50 Para Brigade di Agra, Uttar Pradesh, bergerak ke New Delhi pada malam tanggal 16 Januari – hari yang sama ketika Jend. Singh meminta Mahkamah Agung untuk menentukan tanggal lahirnya.

Laporan berjudul, “Malam Januari saat Bukit Raisina dihantui,” menyebutkan bahwa gerakan itu dilakukan tanpa mengikuti prosedur operasional standar, yakni menginformasikan hal itu lebih dulu kepada Menteri Pertahanan.

Perdana Menteri Manmohan Singh mengabaikan kabar tersebut.

“Ini merupakan laporan yang menggelisahkan. Ini seharusnya tidak dinilai seperti apa yang tampak,” katanya.

Menteri Pertahanan Antony menyebut laporan itu tanpa dasar.

“Benar-benar tidak berdasar," katanya. “Pergerakan tentara itu hal biasa, kegiatan normal … tidak ada yang aneh, dan kami sangat yakin dengan patriotisme angkatan bersenjata India.”

Para pejabat militer menyebut aksi tersebut sebagai latihan normal, menyatakan bahwa tidak perlu mendapatkan izin dari menteri pertahanan untuk menggerakkan tentara.

Jend. Singh menyebut berita koran tersebut tidak berdasar dan bodoh.

The Indian Express menyatakan bahwa mereka yakin dengan keaslian laporan tersebut yang didasarkan atas penyelidikan selama enam minggu.

Juru bicara partai Kongres Abhishek Singhvi bereaksi terhadap laporan tersebut dengan mengatakan, “Angkatan Darat adalah pilar institusional yang sakral dari demokrasi India, yang merupakan kebanggaan kita dan membuat negara-negara tetangga kita iri. Mereka yang berspekulasi dengan sindiran dalam masalah-masalah yang sensitif harus menyadari bahwa mereka menyebabkan kerusakan yang serius pada struktur nasional.”

Pada 10 April, sebuah pengadilan tinggi memerintahkan pemerintah pusat dan media untuk menahan diri dari memberitakan pergerakan tentara.

 

Beri Peringkat Artikel ini

Peringkat Saat Ini: 3.0 / 5 (216 suara)
 
 
Kirim Komentar

Kebijakan Komentar APD Forum

* menunjukkan bidang yang wajib diisi




1500 karakter tersisa (1500 jumlah karakter maksimum)

Button

Komentar Pembaca

 

linbaomin tentang 02/06/2012 di 02:23AM

Cina seharusnya memanfaatkan kekacauan di India, memulai perang, dan menjajah India.