APDForum.com adalah versi online dari Asia-Pacific Defense Forum, yaitu sebuah jurnal militer profesional yang diterbitkan setiap kuartal oleh Komandan dari Komando Pasifik Amerika Serikat. APDForum.com menampilkan berita dan analisis mengenai Cina, India, Filipina, Vietnam, Jepang, kedua negara Korea, dan negara-negara Pasifik lainnya oleh para koresponden profesional. APDForum.com dan The Asia-Pacific Defense Forum menyediakan sebuah forum internasional bagi personel militer di wilayah-wilayah Asia dan Pasifik.

Tentara Nasional Indonesia memperkuat pertahanan di perbatasan Kalimantan Barat

2012-10-29
Oleh Michael Johnson
Pasukan Udara Indonesia melompat dari pesawat Hercules C-130 saat upacara pada bulan Oktober. TNI mengumumkan rencana memperkuat pertahanan perbatasannya dengan Malaysia. [Reuters]

Pasukan Udara Indonesia melompat dari pesawat Hercules C-130 saat upacara pada bulan Oktober. TNI mengumumkan rencana memperkuat pertahanan perbatasannya dengan Malaysia. [Reuters]

Tentara Nasional Indonesia [TNI] baru-baru ini mengumumkan rencana memutakhirkan Pangkalan Angkatan Laut [Lanal] Pontianak menjadi pangkalan utama [lantamal] di perbatasan dan mendirikan pos-pos tambahan di sepanjang rentang batas Malaysia.

Tiga markas AL sedang dibangun, termasuk markas di Teluk Batang, menurut pejabat pertahanan Indonesia.

“Pangkalan angkatan laut adalah salah satu komponen Sistem Senjata Armada Terpadu [SSAT] yang mendukung sistem persenjataan lainnya seperti kapal, pesawat tempur, dan marinir,” kata Rudi Salam, perwira administrasi dan logistik di Lanal Pontianak.

Kata Salam, pembangunan Lanal Teluk Batang akan meliputi sarana “5R”: refuel [pengisian bahan bakar], replenishment [penambahan bekal], repair [perbaikan], rest [peristirahatan], dan recreation [rekreasi]. Fungsi kritis pangkalan nantinya adalah tempat berlabuh, pemeliharaan, perbekalan, perawatan personil, dan pembinaan pangkalan.

Lanal Teluk Batang akan diposisikan sebagai pendukung utama untuk keperluan administrasi dan logistik TNI-AL untuk melayani kapal, pesawat, dan personil kelautan. Pangkalan ini, sebagai pusat logistik untuk keamanan maritim di wilayah tersebut, akan menggunakan infrastrukturnya untuk memaksimalkan potensi maritim bersama organisasi AL lainnya.

Berita ini diumumkan oleh beberapa tokoh TNI-AL utama di Kayong Utara, termasuk anggota DPRD Abdul Zamad M. Ain dari Partai Golkar dan beberapa kepala bagian.

Lanal Teluk Batang diharapkan memperkuat keamanan maritim sekitar, yang didukung oleh infrastruktur administratif. Pembangunan baru akan memfasilitasi protokol komunikasi modern, transportasi personil dan barang, layanan kirim surat, air minum, gas, dan listrik. Pangkalan ini juga akan memiliki pipa bahan bakar bensin dari Pertamina.

Menurut pejabat TNI, gedung-gedung di pangkalan harus dapat memberikan perlindungan dan keamanan dari ancaman yang datang dari darat, laut, dan udara. Pangkalan ini akan dikelilingi tembok padat, kawat berduri, pos keamanan, sistem pencegah kebakaran, serta sarana pertahanan udara dan pantai. Rencana sedang dikerjakan untuk mendirikan dermaga yang mampu memfasilitasi berlabuhnya 10 kapal perang secara bersamaan.

Komando Militer Tanjungpura di Kalimantan Barat berencana menempatkan lebih banyak prajurit dan mendirikan pos perbatasan lebih banyak di sepanjang perbatasan sejauh 966 kilometer antara Provinsi Kalbar dan Sarawak, Malaysia. Jumlah pos perbatasan akan ditambah dari yang saat ini 33 menjadi 42. Personil TNI akan berjaga di pos-pos tersebut, yang didukung oleh pesawat pengintai tak berawak.

Kepala Komando Militer Tanjungpura Mayjen Ridwan berkata, “keberadaan personil TNI di sepanjang perbatasan akan melindungi masyarakat setempat serta kedaulatan negara dari ancaman musuh, baik dari dalam maupun luar.”

Perselisihan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia

Indonesia sudah pernah berselisih tentang perbatasan dengan beberapa negara tetangga, tetapi masalah perbatasan dengan Malaysia merupakan yang paling sensitif.

Indonesia dan Malaysia menetapkan perbatasan darat di Borneo berdasarkan kesepakatan lama antara Inggris dan Belanda. Wilayah Indonesia diwarisi dari Belanda dan Malaysia memiliki bekas wilayah Inggris.

Setelah berselisih selama tahunan dengan Malaysia atas Pulau Sipadan dan Ligitan, Indonesia akhirnya kehilangan haknya atas kedua pulau itu pada tahun 2002.

Permasalahan perbatasan muncul lagi baru-baru ini setelah DPR mengecam pemerintah atas kelalaian menjaga perbatasan di wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Pemerintah dituduh telah sebagian menyerahkan kepulauan ke Malaysia. Beberapa pihak yakin perbatasan yang ditetapkan pada masa penjajahan Belanda dan Inggris sudah jelas.

Indonesia telah mengubah garis perbatasannya, yang tidak lagi mengikuti acuan yang asli. Indonesia kehilangan 1.499 hektar di Camar Bulan dan 800 meter di lepas pantai Tanjung Datu, bersamaan dengan itu sumber daya berpotensi seperti minyak bumi, timah, dan gas.

Kelalaian Pemerintah Indonesia yang dirasakan juga tercerminkan di infrastruktur yang buruk di sekitar wilayah perbatasan, sementara situasi di negara tetangga, Malaysia, adalah sebaliknya.

Kalimantan Barat menghadapi masalah mendasar yaitu infrastruktur terbatas dan tak adanya berbagai sarana umum yang diperparah oleh anggaran yang tak cukup dan kurangnya sumber daya manusia yang bagus.

Akibatnya, warga Kalimantan Barat tergoda oleh kondisi yang lebih baik di Sarawak. Sebagai tujuan wisata, Sarawak menarik lebih dari 3 juta pengunjung setahunnya. Situasi ini menjadi lebih rumit karena kedua populasi setempat berasal dari etnis yang sama.

Namun, godaan ekonomi serta etnis tidak seharusnya membenarkan pencaplokan oleh Malaysia.

Klaim Indonesia atas Camar Bulan dan Tanjung Datu bisa dibuktikan secara hukum dengan merujuk pada Perjanjian London tahun 1824.

Perjanjian tersebut, antara lain, menetapkan perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kalimantan berdasarkan daerah aliran sungai, artinya batas alami seperti sungai, gunung, dan tepi gunung.

 

Beri Peringkat Artikel ini

Peringkat Saat Ini: 3.6 / 5 (339 suara)
 
 
Kirim Komentar

Kebijakan Komentar APD Forum

* menunjukkan bidang yang wajib diisi




1500 karakter tersisa (1500 jumlah karakter maksimum)

Button

Komentar Pembaca

 

andi bintang tentang 03/05/2014 di 07:07AM

Kami yg tlh menginjakkan kaki n mnjaga dsna pun sdih,bkn hny dcamr bulan n kmpng datu,tp dkec Sajingn kab sambas pun trll sangt jauh brbda pdhl akss prlntsn yg trdekat adlh dkcmtn sajingan,,,akn tetapi pemerintah sngt sulit untk mnjngkau dsbbkn akss yg sngt tidak mndukun, We are TNI tugas mulia sngat mennti demi utuhy NKRI tanpa dbjak secentipun oleh negara sebrang

Thry anggi tentang 31/07/2013 di 01:11AM

BETAPA SEDIHNYA AKU MEMBACA ARTIKEL INI , SEANDAINYA SAAT INI SOEKARNO DAN SOEHARTO MASIH BISA BERBICAARA.. HANYA AIR MATA SAJA YG KLUAR SAAT MEMBACA BERITA PENCAPLOKAN TANAH INDONESIA SEPERTI INI , HATIKU TERASA SAKIT SEKALI ...

supersaiya saiya tentang 12/02/2013 di 11:15AM

bangsa indonesia memiliki pasukan tempur yg mempunyai kekuatan diatas rata-rata pasukan tempur negara lain,itu'pun masih kurang kalau belum di lengkapi dengan persenjataan canggih,,bravo TNI naik'kan posisimu di podium pertama,kekuatan tempur dunia,,I love TNI

erwin cool tentang 07/02/2013 di 10:40PM

air mata jatuh dalam tidak kesadaran mendengar tanah pertiwi di ambil malaysia,begitu juga air mATA MASYRAKAT INDO, MENGAPA PEMERINTAH DIAM BEGITU SAJA, KARNA DIA TIDAK PERNAH MERASAKAN BETAPA PEDIHNYA MENJADI PAHLAWAN,DN DIA MGKIN TIDAK KENAL BAGAIMANA PAHLAWAN MEMPERJUANGKAN TANAH ITU, TAPI KALU MELIHAT DUIT DIA RIBUT HINGGA REK ANAK ISTRI PENUH SEMUA. KUTUKLAH YA ALLAH PEMERINTAH SEPERTI ITU.

ramos tentang 04/02/2013 di 01:36AM

kami minta tentara tegas dalam menangani masalah perbatasan derah perbatan itu harus di batasi dengan sungai atau laut sebab ini akan bermanfaat kedua negara 1 dapat budidaya ikan 2 mata pencaharian 3 bahan meteril bangunan ,kerikil,tanah,batu 4 pertambangan 5 sumber dan pemasanag pipa untuk pembagunan terimah kasih ...

davan tentang 24/01/2013 di 02:44AM

masa jaman soekarno dan pak harto jgn kan caplok pulau kita dkt pun gak berani. ini knp bisa begini....!! masing-masing mementingkan kantong sendiri makanya hancur kita. rakyat tentu tergantung ama pemerintah. kalau pemerintahnya gak tegas atau kurang perduli iyaaa begini jadi nya.

sofyanusman tentang 07/01/2013 di 10:41PM

ini adalah buntut dari koruptorisasi yang meraja lela di negri indonesia ini,kpk harus di jadikan badan tetap oleh negara,dan bukan hanya komisi,kalo bisa dijadikan bentuk parlemennter agar tak ad lagi yang berani mengutak atik uang negara,yang mengakibatkan pembanngunan yang terhambat,bukti dari terlepasnya sejengkal demi sejengkal tanah republik ini,adalah sebuah bentuk kekecewaan kpd pmrnth

Edi santoso tentang 27/12/2012 di 02:35PM

Hai para tentara: jgn pernah tkut aplg gentar,wilyah indonesia dr sabang sampai merauke adlh harga mati n tdk bsa di ubah2. Sejengkal tanah dr bumi pertiwi adlh amanah yg hrus qt jg brsama.

agus tentang 27/12/2012 di 01:41PM

mju trus indonesia, jngn takut sma mlaysia, kmi ank2 indonesia slalu mndkung mu, ,, end tunjukn pd sluruh dnia, bhwa negara kita tercinta ini, ngara yg tak gmpang dinjk2 hrga dri y oleh bngsa mna pun. trutama MALAYSIA.

Hantu tentang 24/12/2012 di 12:29AM

TAK GUNA MEMPUNYAI NEGARA BESAR, TERLALU TAKSUB MENJAGA PERBATASAN TAPI PEMERINTAH INDO "GAGAL" MEMBERIKAN KEMUDAHAN YANG MENCUKUPI & RAKYAT INDO DI PERBATASAN SELALU MENGAMBIL HAK MALAYSIA SEPERTI AIR, PERSEKOLAHAN, PERALATAN & LAIN-LAIN LAGI ... Lebih baik lepaskan sahaja wilayah tersebut seperti Timor Laste sebab pemerintah GAGAL memberikan kemudahan yang sekucupnya. Kami tak kecoh pun?!

Ayang tentang 22/12/2012 di 02:34AM

Sangat setuju penambahan dan peningkatan personil TNI-AL. Alangkah baiknya kembali sistem pengelolaan TNI AL seperti dahulu sehingga TNI AL mampu menguasai matra yaitu dengan dibentuk kembali Komando Daerah Maritim (KODAMAR), karena TNI AL menguasai matra laut, sehingga bukan KODAM. KODAM untuk TNI AD (matra darat). KODAMAR dipegang Panglima Kodamar setara Mayor Jend Marinir atau Laksamana Muda

rizky tentang 14/12/2012 di 07:13AM

l love tentara yang berjiwa besar bagi negara.

ahmad tentang 13/12/2012 di 06:04AM

lanjutkan

didik setiawan tentang 11/12/2012 di 06:50AM

pemerintah skrng sudah efektif dr sblumnya... utk jg prbtasan.... tolong di tingkatkn lagi

prasetyo tentang 03/11/2012 di 03:58AM

Daerah perbatasan dengan negara lain (dalam bentuk daratan) itu adalah halaman depan jadi harus dibangun sebaik mungkin karena bisa dijadikan Etalase (untuk pameran) jangan dibalik. supaya orang dari negara tetangga bisa melihat Oooo...beginilah Indonesia itu,seperti perbatasan propinsi itu lho...kan Gerbang nya dibangun megah dengan tulisan SELAMAT DATANG DI....dslb.