APDForum.com adalah versi online dari Asia-Pacific Defense Forum, yaitu sebuah jurnal militer profesional yang diterbitkan setiap kuartal oleh Komandan dari Komando Pasifik Amerika Serikat. APDForum.com menampilkan berita dan analisis mengenai Cina, India, Filipina, Vietnam, Jepang, kedua negara Korea, dan negara-negara Pasifik lainnya oleh para koresponden profesional. APDForum.com dan The Asia-Pacific Defense Forum menyediakan sebuah forum internasional bagi personel militer di wilayah-wilayah Asia dan Pasifik.

Melawan Ancaman IED

2013-07-01
[ILUSTRASI Forum]

[ILUSTRASI Forum]

Staf FORUM

Senjata-senjata tertentu telah mengubah bagaimana peperangan dilakukan— tombak, artileri, tank, dan dalam tahun-tahun terakhir ini, improvised explosive devices (IEDs) atau alat peledak improvisasi.

IED menempati berita utama di seluruh dunia karena pemakaiannya oleh para perusuh di Irak dan Afghanistan, tetapi para kelompok ekstrimis biasanya juga menggunakan alat-alat yang mematikan ini di luar zona perang.

“Ancaman IED lebih luas daripada operasi perang besar kami saat ini,” dijelaskan oleh Mayjen Angkatan Darat Australia Richard Burr, yang menjabat sebagai deputi komandan jenderal bagi Angkatan Darat Pasifik A.S., “dan ancaman IED di sini di kawasan Asia Pasifik lebih besar daripada yang disadari oleh banyak orang.” Pada tahun 2011 dan 2012, misalnya, pasukan keamanan di kawasan ini menghadapi sekitar 100 peristiwa IED setiap bulan, termasuk detonasi, persembunyian senjata yang ditemukan dan dibersihkan, gertakan kosong, dan ancaman.

Para kelompok ekstrimis memilih IED karena peralatan ini memberi hasil yang besar dengan biaya murah. Peralatannya mudah dan dapat dibuat dengan murah, tetapi dapat mengakibatkan perusakan massal. “Dengan kurang dari [US]$30 setiap buahnya dalam bentuk bahan mentah, bom jalanan dan IED lainnya dapat menimbulkan kerusakan dan gangguan yang tidak seimbang. Hal ini bisa merupakan senjata-senjata strategis, bukan hanya taktis, dengan menebar rasa takut, menurunkan moral tentara, membatasi kebebasan bergerak dan merusak dukungan masyarakat atas operasi pertempuran,” demikian menurut sebuah laporan dari International Institute for Strategic Studies (IISS), berjudul “IEDs: The home-made bombs that changed modern war” atau “IED: Bom rumahan yang mengubah peperangan modern.”

Tergantung pada bahan-bahan yang tersedia dan lingkungan operasi, IED dapat mengambil banyak bentuk. Berbagai kombinasi pilihan bahan peledak, pelatuk, wadah, dan penempatan menghalangi para pakar untuk merekomendasikan satu solusi sesuai untuk semua keadaan dalam melawan ancaman. Namun demikian, gabungan antara kesadaran situasi, pengumpulan intelijen, pelatihan, dan teknologi telah terbukti efektif dalam mencegah dan menetralkan serangan-serangan, demikian menurut para pakar.

1. Ketahui Musuhmu

Jaringan IED

Walaupun kekuatan dan taktik perusuh berbeda tergantung dari daerah operasi, terdapat unsur-unsur yang sama yang harus menjadi target militer dan pasukan keamanan untuk memporakporandakan jaringan IED, demikian menurut para pakar.

Metode IED

  • Kepemimpinan lokal/regional/internasional
  • Penggalang dana dan donor
  • Perekrut dan pelatih
  • Mereka yang menyediakan tempat perlindungan
  • Pemasok bahan-bahan peledak dan elektronik dwi-guna
  • Pembuat bom
  • Operator/Penembak
Polisi memeriksa IED seberat 7 kilogram yang mereka sebarkan sebelum dapat meledak di Jammu, India. Para petugas keamanan harus menargetkan jaringan-jaringan ekstrimis untuk menghentikan serangan-serangan IED sebelum terjadi, demikian dikatakan oleh para pakar. [The Associated Press]

Polisi memeriksa IED seberat 7 kilogram yang mereka sebarkan sebelum dapat meledak di Jammu, India. Para petugas keamanan harus menargetkan jaringan-jaringan ekstrimis untuk menghentikan serangan-serangan IED sebelum terjadi, demikian dikatakan oleh para pakar. [The Associated Press]

Di manapun serangan IED direncanakan, terdapat metodologi yang sama di antara mereka yang melakukan serangan-serangan seperti itu. Kesadaran akan tahap-tahap ini membantu baik militer dan personel penegak hukum, maupun masyarakat umum, memotong siklus IED. Langkah-langkah umum dalam perencanaan serangan IED adalah:

1. Rekrutmen: Membentuk kekuatan operatif, pelatih, penyandang dana, dan teknisi untuk melakukan serangan

2. Pendanaan: Mengumpulkan uang untuk mendanai operasi IED

3. Pasokan: Memperoleh dan menyediakan bahan-bahan untuk operasi IED

4. Transportasi: Memindahkan peralatan, pasokan, dan personel ke dalam dan keluar dari area sebelum dan sesudah serangan

5. Pembuatan IED: Merancang dan membuat IED

6. Pengintaian Dan Perencanaan: Mengumpulkan informasi tentang pergerakan, kelemahan, serta area yang dihampiri dan area melarikan diri pasukan

7. Fasilitasi: Mengawasi pasukan selama menempatkan IED, menyediakan tempat perlindungan, menyumbangkan pasokan, atau secara pasif membantu dengan tidak memberikan peringatan pasukan musuh

8. Pelaksanaan: Menaruh, memantau, dan meledakkan IED

9. Eksplotasi: Menggunakan insiden untuk menyatakan keberhasilan kelompok, menggalakkan upaya rekrutmen, dan mendorong dukungan

Pola-polanya

Walaupun mencegah serangan-serangan IED adalah yang ideal, bukti-bukti yang dikumpulkan setelah ledakan memberikan pengertian yang berharga atas pola-pola pengoperasiannya dari musuh. Intelijen yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari berbagai situs ledakan di suatu kawasan dapat memunculkan jenis bahan peledak yang dipakai oleh musuh, misalnya, dan pemicu-pemicu yang lazim. Informasi ini membantu pihak berwenang menargetkan para pemasok komponen IED dan mengembangkan taktik untuk mencegah serangan-serangan. Para ekstrimis akan selalu mencoba menyesuaikan formula IED mereka untuk selangkah lebih di depan, namun itulah mengapa penting alasannya untuk menyerang jaringan secara keseluruhan.

Sumber: NATO Civil-Military Fusion Centre

2. Ketahui Lingkungan Operasi Anda

Tentukan Potensi Target

Para kelompok ekstremis memilih target-target IED dengan potensi menghasilkan korban massal atau perhatian media. Tergantung pada situasi, pasukan ekstremis dapat menargetkan:

Daerah-Daerah Perbelanjaan: Hiruk-pikuknya tempat perbelanjaan memudahkan bungkusan atau orang yang dicurigai tidak menjadi perhatian.

Pertemuan Para Pejabat Pemerintah: Pertemuan-pertemuan dari target-target yang bernilai tinggi, seperti para politisi, selalu memerlukan upaya-upaya keamanan tambahan. Dalam persiapan pertemuan tingkat tinggi ASEAN tahun 2012 di Phnom Penh, misalnya, Pasukan Khusus Kontraterorisme Nasional Kamboja ikut serta dalam sebuah latihan khusus untuk mengasah keahlian kontra-IED mereka.

Atraksi Wisatawan: Dengan kerumunan orang asing di sekitarnya, sasaran-sasaran ini pasti akan mendapat perhatian media internasional. Pemboman Bali pada tahun 2002, misalnya, menargetkan dua kelab malam yang terkenal di kalangan turis asing, yang menewaskan 202 orang.

Jalan-Jalan Yang Sering Dipakai Sebagai Konvoi Keamanan: Para perusuh sering menargetkan kendaraan utama untuk mencoba menghentikan konvoi, yang menyebabkan sisa kendaraan lainnya menjadi rentan terhadap ledakan selanjutnya atau penembakan musuh.

Titik Pemeriksaan Keamanan: Serangan-serangan pada titik pemeriksaan menimbulkan kekacauan dan dapat memungkinkan para penyerang lainnya lolos sebagai akibatnya.

Perespon Pertama: Serangan awal dapat digunakan untuk mengumpan petugas keamanan dan tim bantuan ke lokasi sebagai sasaran dari ledakan kedua. Di Thailand, misalnya, para perusuh memakai taktik ini dalam usaha untuk memperlambat para perespon pertama dan membuat petugas keamanan tampak tidak mampu, menurut sebuah laporan dari Raven International Security Consultants Management.

Kenali Tren dalam Metode Pengiriman

Bungkusan Tipuan: Para ekstremis berusaha lebih dari sekedar menyembunyikan bom di semak-semak di sepanjang sisi jalan. IED telah disamarkan sebagai sampah seperti kaleng soda atau kotak makanan kosong, dan bom bahkan pernah diisi ke dalam bangkai binatang, menurut globalsecurity.org.

Kendaraan Yang Dicurigai: Bom mobil merupakan pilihan populer bagi teroris di seluruh dunia. Kendaraan yang penuh diisi bahan peledak telah diledakkan di daerah-daerah yang ramai atau ditinggal di parkir di luar gedung-gedung yang menjadi sasaran. Kendaraan keadaan darurat palsu seperti ambulans menjadi keprihatinan khusus karena para ekstremis mencoba memasukkan ledakan kedua setelah serangan IED awal, demikian diperingatkan oleh para pakar pada Homeland Security Professionals Conference pada bulan November 2012.

Pembom Bunuh Diri: Para pakar memperingatkan bahwa mereka dengan misi bunuh diri sering sulit untuk tidak menunjukkan maksud jahat mereka. Mereka sering memakai pakaian yang longgar atau yang tebal yang tidak cocok dengan cuaca setempat untuk menyembunyikan bahan peledak, atau mereka membawa tas atau ransel yang terus mereka periksa. Mereka cenderung untuk sering berkeringat, berbicara sendiri, dan menaruh tangan di saku baju mereka. Mereka juga cenderung langsung pergi ke tempat sasaran mereka, dengan tidak menghiraukan para pihak berwenang atau orang lain yang secara tidak diketahui mencoba mengalihkan perhatian mereka.

Sembilan Prinsip Kontra-IED

Pusat Gabungan Kontra-IED Asia Pasifik melakukan latihan untuk pasukan tentara di seluruh kawasan ini yang akan bekerja di lingkungan operasi IED. Salah satu metode kunci pertahanan ialah mereka harus mengetahui dan mengenal tanda-tanda lingkungan sekitar mereka. Pusat ini menyarankan agar pasukan:1. Memiliki pola pikir menyerang. Selalu siap untuk menghadapi IED.

2. Menjaga kesadaran atas situasi.

3. Terus mengamati.

4. Menghindari membuat pola-pola. Tidak pernah melalui jalan yang sama dua kali. Tidak pernah melakukan hal yang sama tiga kali berturut-turut.

5. Menerapkan keamanan 360 derajat, tanpa titik-titik lemah dan dengan sistem senjata yang menutup setiap sisi pasukan.

6. Menjaga jarak dari IED yang dicurigai. Sejauh mungkin jarak Tentara, lebih besar kesempatan mereka selamat dari ledakan.

7. Menyebarkan Tentara dan kendaraaan dengan strategis.

8. Selalu memakai pelindung dari ledakan dan fragmentasi.

9. Memanfaatkan teknologi yang ada.

3. Kenali Kemampuan Anda

Pelatihan

Para pakar menyarankan adanya pelatihan kontra-IED bagi semua pasukan tentara. Mohd Jamal Khan dari Institut Manajemen IED di Kesatuan Polisi Cadangan Pusat di Pune, India, menyarankan pendekatan pelatihan bertingkat, dengan latihan dasar untuk semua unit, latihan tingkat menengah untuk unit-unit yang terkait, dan latihan lanjutan bagi teknisi kontra-IED, menurut presentasinya pada Konferensi Kontra-IED India di Mumbai pada tahun 2012.

Selain pelatihan pasukan tentara, para pakar merekomendasikan untuk mengajar para petugas keamanan seperti para perwira polisi, penjaga dan perespon pertama terkait kesadaran IED. Masyarakat juga harus tahu apa yang harus dicari dan bagaimana melaporkan kegiatan-kegiatan yang mencurigakan. Seperti halnya para ekstremis menggunakan IED sebagai pengganda kekuatan, militer dapat menggunakan mata dan telinga masyarakat untuk memperluas kemampuan pertahanan mereka.

Persenjataan Badan

Dibungkus dengan paku atau obyek logam kecil lainnya dan dirancang dengan kandungan yang berkekuatan besar, IED menghasilkan serpihan yang jauh jangkauannya yang dimaksudkan untuk menimbulkan kerusakan maksimal. Dari tahun ke tahun, senjata badan telah berkembang dari helm dan rompi yang melindungi organ-organ penting sampai kepada pakaian dalam yang melindungi daerah usus dan selangkangan, semuanya dengan tingkat perlindungan fragmentasi yang lebih.

Perlindungan Kendaraan

Kendaraan-kendaraan pengamanan telah ditingkatkan juga dengan persenjataan untuk bagian bawah perut kendaraan sekiranya mereka melintasi IED, dilengkapi dengan lambung kendaraan berbentuk V yang mengalihkan kekuatan ledakan dari personel di dalam kendaraan.

Pertahanan Terbaik

Tentu saja, memiliki teknologi terkini adalah hal yang baik, tetapi para pakar berkata bahwa pertahanan terbaik terhadap IED tidak terletak pada peralatan berteknologi tinggi yang mutakhir. “Para pakar berulang kali berkata bahwa alat yang terbaik tetap berupa anjing pelacak dengan pengawasnya, mata Tentara yang terlatih baik, dan informan lokal. Dengan menggunakan perlengkapan semacam itu, tim patroli pejalan kaki memiliki rata-rata 80 persen tingkat deteksi,” dilaporkan oleh IISS.

Deteksi dan Teknologi Pembuangan

Kendaraan-kendaraan darat dan udara tanpa awak, demikian pula robot, telah digunakan untuk mengidentifikasi dan membuang IED. Teknologi-teknologi yang berkisar dari mekanisme gangguan elektronik sampai pada radar yang menembus tanah telah terbukti sukses dalam melawan alat-alat ini.

Mengganggu Sinyal Yang Memicu Ied

Proliferasi teknologi nirkabel telah menambah persediaan senjata IED para perusuh. Namun demikian, alat-alat yang biasanya digunakan untuk dari jauh memicu ledakan bekerja melalui gelombang radio, yang membuat alat-alat tersebut lemah akan “gangguan.” Pengganggu elektronik menginterupsi sinyal pada berbagai frekuensi untuk memblokir diledakkannya bahan peledak. Alat-alat ini dapat dibawa dalam tas kantor, ditempelkan pada kendaraan-kendaraan, atau bahkan dipasang di pesawat terbang dan kapal. Inilah alat-alat yang dipakai oleh para perusuh sebagai pelatuk IED jarak jauh, bersama dengan frekuensi-frekuensi yang dapat ditargetkan oleh pihak berwenang untuk mengganggu mereka.

Komando Penjaga Keamanan Nasional India mempertunjukkan penyingkiran IED. [AFP/GETTY images/2013/07/01]

Komando Penjaga Keamanan Nasional India mempertunjukkan penyingkiran IED. [AFP/GETTY images/2013/07/01]

KANAN: Seorang polisi dengan anjing pelacak bom memeriksa sebuah gereja di kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, setelah seorang pembom bunuh diri menyerang sebuah gereja di Solo pada bulan September 2011. [AFP/GETTY images/2013/07/01]

KANAN: Seorang polisi dengan anjing pelacak bom memeriksa sebuah gereja di kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, setelah seorang pembom bunuh diri menyerang sebuah gereja di Solo pada bulan September 2011. [AFP/GETTY images/2013/07/01]

 

Beri Peringkat Artikel ini

Peringkat Saat Ini: 2.8 / 5 (239 suara)
 

Belum ada komentar untuk artikel ini. Anda ingin menjadi yang pertama?

 
Kirim Komentar

Kebijakan Komentar APD Forum

* menunjukkan bidang yang wajib diisi




1500 karakter tersisa (1500 jumlah karakter maksimum)

Button